Desa Watesprojo

Kemlagi - Mojokerto

|

Berita & Artikel

Banyak Syukur

01

Jan
1970

Dibuka
14 Kali

Kala susah, orang cenderung merasa paling menderita sedunia. Ketika ada yang mau menolong dicurigai. Ada yang empati dicuekin. Ada yang mendekat, disuruh pergi. Pura – pura tidak butuh. Giliran orang lain cuek, tambah sakit hati. Timbul uneg – uneg jelek. Mangkel. Dan terus mengancam dalam hati. Awas ya, nanti kalau saya sudah enak, sejahtera, ganti tak cuekin, bisiknya. Begitu susah hilang, dunia seakan milik sendiri. Tak mau berbagi. Ketika diingatkan, malah ngelantur. Biar saja to, wong susah, yo susahku sendiri, gumamnya. Makanya, kalau aku lagi senang, ya biar tak rasakan sendiri. Maka dalam kontek keimanan, tak ada salahnya kalau melihat kembali firman Allah, agar tidak melebar kemana-mana. Allah berfirman;

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِنْ جَاءَ نَصْرٌ مِنْ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ ۚ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ

“Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti di dalam urusan Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia di alam semesta? (QS al-Ankabut:10)

 

Itu sindiran yang keras. Pedas. Di ayat lain Allah juga menyitir;

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (keraguan), maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang (murtad). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS al-Hajj:11)

Orang dengan model seperti ini, adalah pribadi yang bermasalah. Orang yang rumit pemikirannya. Suka tidak terima. Tidak sabar dan supen – sumbu pendek. Padahal intinya caper – cari perhatian. Hal itu mengindikasikan ada penyakit di dalam hati. Harus segera diobati. Dihilangkan dengan banyak menyelami dan minum air kehidupan ini. Jernihnya ayat-ayat. Putihnya hadits. Mengalirnya hikmah. Dan segarnya nasehat. Kalimat yang lembut di hati. Serta tindakan yang ikhlas dalam berbagi. Dan jangan dikira, masih banyak jumlahnya orang – orang seperti itu di sekitar kita. Karena secara tak sadar, kita sendiri pun bisa termasuk di dalamnya. Kalau sedih seakan kiamat, kalau senang lupa daratan. Bahkan lupa dunia. Sebagai cermin keadaan, petuah berikut perlu direnungkan.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُلُوبُ أَرْبَعَةٌ قَلْبٌ أَجْرَدُ فِيهِ مِثْلُ السِّرَاجِ يُزْهِرُ
وَقَلْبٌ أَغْلَفُ مَرْبُوطٌ عَلَى غِلَافِهِ وَقَلْبٌ مَنْكُوسٌ وَقَلْبٌ مُصْفَحٌ فَأَمَّا الْقَلْبُ الْأَجْرَدُ فَقَلْبُ الْمُؤْمِنِ سِرَاجُهُ فِيهِ نُورُهُ وَأَمَّا الْقَلْبُ الْأَغْلَفُ فَقَلْبُ الْكَافِرِ وَأَمَّا الْقَلْبُ الْمَنْكُوسُ فَقَلْبُ الْمُنَافِقِ عَرَفَ ثُمَّ أَنْكَرَ وَأَمَّا الْقَلْبُ الْمُصْفَحُ فَقَلْبٌ فِيهِ إِيمَانٌ وَنِفَاقٌ فَمَثَلُ الْإِيمَانِ فِيهِ كَمَثَلِ الْبَقْلَةِ يَمُدُّهَا الْمَاءُ الطَّيِّبُ وَمَثَلُ النِّفَاقِ فِيهِ كَمَثَلِ الْقُرْحَةِ يَمُدُّهَا الْقَيْحُ وَالدَّمُ فَأَيُّ الْمَدَّتَيْنِ غَلَبَتْ عَلَى الْأُخْرَى غَلَبَتْ عَلَيْهِ

Dari Abi Said dia berkata; Rasulullah (ﷺ) bersabda; “Hati itu ada empat macam; hati yang bersih ia seperti lentera yang bercahaya, hati yang tertutup ia terikat dengan tutupnya, hati yang sakit dan hati yang terbalik. Adapun hati yang bersih adalah hatinya orang beriman, ia seperti lentera yang bercahaya, sedangkan hati yang tertutup adalah hatinya orang kafir, hati yang sakit adalah hati orang munafik, ia mengetahui yang baik namun ia mengingkari, dan hati yang terbalik adalah hati yang di dalamnya ada iman dan nifak, contoh keimanan di situ adalah seperti tanah yang dapat memberikan air yang bersih, sedangkan nifak adalah seperti bisul, di dalamnya hanya nanah dan darah, maka di antara keduanya yang paling kuat ia akan mengalahkan lainnya.” (HR. Ahmad)

Secara sederhana, kita diajarkan; kala sedih sabar dan istirja, dan kala senang juga sabar tapi dibarengi syukur. Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah (ﷺ) bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Ilmu yang gampang, tapi susah prakteknya. Simpel, tetapi dalem. Dan perlu waktu yang lama untuk bisa mengaplikasikan dengan benar di setiap sendi-sendi kehidupan ini. Apalagi bagi kita yang tidak pernah merasa menderita sepanjang hidupnya; lahir sudah kaya, hidup di lingkungan orang kaya dan berkumpul dengan orang – orang kaya yang selalu tercukupi kebutuhannya. Nlisir, orang bilang. Padahal pada hakikinya semua mengalami pahit – getir, suka – duka dan naik – turun kehidupan ini dengan kadar sesuai tingkatannya. Atas kuasaNya, tak bisa saling melihat itu semua, kecuali yang sadar dan selalu waspada. Maka, orang Jawa bilang; urip iku sawang – sinawang. Hidup itu cuma berdasarkan pandangan, yang membujuk. Kita melihat para dokter itu lebih enak daripada jadi guru. Padahal para guru melihat, jadi dokter itu lebih enak. Dan para dokter sendiri bilang, jadi arsitek itu lebih enak, dan sebagainya dan sebagainya. Muter. Mbules. Satu hal yang patut jadi andalan dalam menghadapi kehidupan ini adalah banyak syukur. Dengannya kita bisa menindih hal – hal negatif yang mengemuka. Dan salah satu cara mengepolkan syukur adalah mencari jalan syukur, yang berserak di puing – puing kehidupan sekitar kita. Dan karena kita tidak selalu mendapat yang kita inginkan, maka syukuri dan syukurilah selalu apa yang kita dapatkan. Walau remeh sekalipun.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ ‏”‏

Dari Abu Hurairah dari Nabi (ﷺ) beliau bersabda; “Orang makan yang bersyukur adalah sederajat dengan orang bershaum yang sabar.” [HR At-Tirmidzi)

Kirim Komentar

Nama
No. Hp
E-mail
Isi Komentar
CAPTCHA Image

Arsip Berita & Artikel

Agenda

Ups...!

Untuk sementara data bagian ini belum tersedia, mohon maaf atas ketidaknyamannya

Komentar

Media Sosial Desa

Media Sosial
Desa Watesprojo Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

Profil Desa

Jenis Tanah : Sawah
Topografi : Dataran Rendah
Sumber Daya Alam : Air
Flora Fauna : Bambu, Pisang, Padi
Rawan Bencana : Banjir Kiriman
Kearifan Lokal : Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, memiliki beragam kearifan lokal yang masih terjaga dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai budaya tersebut tercermin dalam tradisi, kebiasaan, serta pola interaksi sosial yang mengedepankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih kuat adalah budaya gotong royong, yang rutin dilaksanakan dalam berbagai kegiatan seperti kerja bakti lingkungan, pembangunan fasilitas umum, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Tradisi ini mencerminkan tingginya rasa solidaritas dan kepedulian antarwarga. Selain itu, masyarakat Desa Watesprojo juga masih melestarikan berbagai tradisi adat dan kegiatan keagamaan, seperti selametan, tahlilan, serta peringatan hari-hari besar keagamaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Dalam bidang pertanian, kearifan lokal tercermin dalam pola tanam, pengelolaan lahan, serta penggunaan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini terlihat dari cara petani menjaga keseimbangan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Kearifan lokal juga tampak dalam sistem musyawarah desa, di mana setiap pengambilan keputusan penting dilakukan melalui forum bersama yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga. Hal ini mencerminkan nilai demokrasi lokal yang menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan kebersamaan. Secara umum, kearifan lokal di Desa Watesprojo merupakan aset sosial dan budaya yang sangat berharga. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pelestarian dan penguatan nilai-nilai tersebut, agar tetap relevan dan dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital dan modernisasi.
Jenis Jaringan : Fiber Optik, 4G, 5G
Provider Internet : Indibiizz, Indihome, Simpati, Indosat, XL
Cakupan Wilayah : Cakupan akses internet di Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan perkembangan yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar warga telah memiliki akses terhadap jaringan internet, terutama melalui perangkat telepon genggam dengan memanfaatkan layanan data dari berbagai operator seluler. Wilayah Desa Watesprojo pada umumnya telah terjangkau jaringan 4G, khususnya di area permukiman utama dan pusat kegiatan masyarakat. Kualitas sinyal di wilayah tersebut relatif stabil dan mendukung berbagai aktivitas digital seperti komunikasi melalui media sosial, pembelajaran daring, serta akses layanan pemerintahan berbasis online. Selain itu, beberapa rumah tangga dan fasilitas umum juga telah memanfaatkan jaringan Wi-Fi untuk menunjang kebutuhan internet sehari-hari. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh warga, terutama di wilayah yang lebih pinggir atau dengan kondisi geografis tertentu, di mana kualitas sinyal cenderung tidak stabil dan kecepatan internet masih terbatas. Hal ini berdampak pada belum meratanya pemanfaatan internet di seluruh lapisan masyarakat. Dari sisi pemanfaatan, internet telah digunakan oleh warga untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai sarana pendidikan bagi pelajar, media pemasaran produk UMKM dan hasil pertanian, komunikasi, serta akses informasi dan layanan publik. Meski demikian, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memanfaatkan internet secara optimal, baik karena keterbatasan perangkat, faktor ekonomi, maupun rendahnya tingkat literasi digital. Secara umum, cakupan internet di Desa Watesprojo telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya lanjutan berupa peningkatan infrastruktur jaringan, pemerataan akses internet hingga ke seluruh wilayah desa, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi literasi digital agar manfaat teknologi informasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.
Kecepatan Internet : 50 Mbps, 10 Mbps
Akses Publik : Akses publik terhadap jaringan internet di Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, secara bertahap mulai berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konektivitas digital. Beberapa fasilitas umum seperti kantor desa, balai desa, serta lembaga pendidikan telah memiliki akses jaringan internet yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan dan kegiatan masyarakat. Kantor Desa Watesprojo telah memanfaatkan jaringan internet dalam mendukung pelayanan administrasi pemerintahan berbasis digital, seperti pengelolaan data kependudukan, surat-menyurat, serta pelaporan kegiatan desa. Selain itu, akses internet di balai desa juga digunakan dalam kegiatan musyawarah, pelatihan, serta kegiatan masyarakat lainnya yang membutuhkan dukungan teknologi informasi. Di sektor pendidikan, sekolah-sekolah di wilayah desa juga telah memanfaatkan internet sebagai sarana pembelajaran, baik untuk mengakses materi pendidikan maupun menunjang kegiatan belajar mengajar berbasis digital. Hal ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat desa. Namun demikian, akses internet publik yang dapat digunakan secara bebas oleh masyarakat umum masih tergolong terbatas. Ketersediaan fasilitas Wi-Fi publik yang gratis atau terjangkau masih belum merata, sehingga sebagian masyarakat masih bergantung pada akses internet pribadi melalui paket data seluler. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Untuk itu, diperlukan pengembangan akses internet publik yang lebih luas dan merata, seperti penyediaan Wi-Fi gratis di titik-titik strategis (balai desa, pos ronda, taman desa, dan fasilitas umum lainnya), guna mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan literasi digital, serta memperluas akses informasi bagi seluruh warga Desa Watesprojo.
Regulasi Penetapan Kampung Adat :
Dokumen Regulasi Penetapan Kampung Adat : -
Status Desa : Bukan Adat
Lembaga Adat :
Struktur Adat : -
Wilayah Adat :
Peraturan Adat :

Desa Watesprojo

Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto Provinsi Provinsi Jawa Timur

Kode Desa : 3516152001

Domain : watesprojo-mjkkab.desa.id

Untuk Aktivasi Tema Marawa
Silahkan Hubungi Pengembang