Skor IDM Saat Ini
Status IDM
Skor IDM Minimal
Target Status
| PROVINSI | : | |
| KABUPATEN | : | |
| KECAMATAN | : | |
| DESA | : |
| NO | INDIKATOR IDM | SKOR | KETERANGAN | KEGIATAN YANG DAPAT DILAKUKAN | +NILAI | YANG DAPAT MELAKSANAKAN KEGIATAN | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PUSAT | PROVINSI | KABUPATEN | DESA | CSR | LAINNYA | ||||||
| Hari ini | : | 12 |
| Kemarin | : | 2 |
| Total | : | 6,136 |
| OS Anda | : | Unknown Platform |
| Browser Anda | : | Mozilla 5.0 |
11 Mei 2026
24 Kali
06 Mei 2026
13 Kali
30 April 2026
13 Kali
30 April 2026
22 Kali
30 Maret 2024
13 Kali
30 Maret 2024
11 Kali
30 Maret 2024
13 Kali
11 Mei 2026
24 Kali
30 April 2026
22 Kali
30 Maret 2024
13 Kali
30 Maret 2024
13 Kali
30 April 2026
13 Kali
06 Mei 2026
13 Kali
30 Maret 2024
11 Kali
30 Maret 2024
11 Kali
30 Maret 2024
13 Kali
30 Maret 2024
13 Kali
30 April 2026
22 Kali
11 Mei 2026
24 Kali
30 April 2026
13 Kali
06 Mei 2026
13 Kali
Untuk sementara data bagian ini belum tersedia, mohon maaf atas ketidaknyamannya
| Jenis Tanah | : | Sawah |
| Topografi | : | Dataran Rendah |
| Sumber Daya Alam | : | Air |
| Flora Fauna | : | Bambu, Pisang, Padi |
| Rawan Bencana | : | Banjir Kiriman |
| Kearifan Lokal | : | Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, memiliki beragam kearifan lokal yang masih terjaga dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai budaya tersebut tercermin dalam tradisi, kebiasaan, serta pola interaksi sosial yang mengedepankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih kuat adalah budaya gotong royong, yang rutin dilaksanakan dalam berbagai kegiatan seperti kerja bakti lingkungan, pembangunan fasilitas umum, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Tradisi ini mencerminkan tingginya rasa solidaritas dan kepedulian antarwarga. Selain itu, masyarakat Desa Watesprojo juga masih melestarikan berbagai tradisi adat dan kegiatan keagamaan, seperti selametan, tahlilan, serta peringatan hari-hari besar keagamaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Dalam bidang pertanian, kearifan lokal tercermin dalam pola tanam, pengelolaan lahan, serta penggunaan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini terlihat dari cara petani menjaga keseimbangan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Kearifan lokal juga tampak dalam sistem musyawarah desa, di mana setiap pengambilan keputusan penting dilakukan melalui forum bersama yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga. Hal ini mencerminkan nilai demokrasi lokal yang menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan kebersamaan. Secara umum, kearifan lokal di Desa Watesprojo merupakan aset sosial dan budaya yang sangat berharga. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pelestarian dan penguatan nilai-nilai tersebut, agar tetap relevan dan dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital dan modernisasi. |
| Jenis Jaringan | : | Fiber Optik, 4G, 5G |
| Provider Internet | : | Indibiizz, Indihome, Simpati, Indosat, XL |
| Cakupan Wilayah | : | Cakupan akses internet di Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan perkembangan yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar warga telah memiliki akses terhadap jaringan internet, terutama melalui perangkat telepon genggam dengan memanfaatkan layanan data dari berbagai operator seluler. Wilayah Desa Watesprojo pada umumnya telah terjangkau jaringan 4G, khususnya di area permukiman utama dan pusat kegiatan masyarakat. Kualitas sinyal di wilayah tersebut relatif stabil dan mendukung berbagai aktivitas digital seperti komunikasi melalui media sosial, pembelajaran daring, serta akses layanan pemerintahan berbasis online. Selain itu, beberapa rumah tangga dan fasilitas umum juga telah memanfaatkan jaringan Wi-Fi untuk menunjang kebutuhan internet sehari-hari. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh warga, terutama di wilayah yang lebih pinggir atau dengan kondisi geografis tertentu, di mana kualitas sinyal cenderung tidak stabil dan kecepatan internet masih terbatas. Hal ini berdampak pada belum meratanya pemanfaatan internet di seluruh lapisan masyarakat. Dari sisi pemanfaatan, internet telah digunakan oleh warga untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai sarana pendidikan bagi pelajar, media pemasaran produk UMKM dan hasil pertanian, komunikasi, serta akses informasi dan layanan publik. Meski demikian, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memanfaatkan internet secara optimal, baik karena keterbatasan perangkat, faktor ekonomi, maupun rendahnya tingkat literasi digital. Secara umum, cakupan internet di Desa Watesprojo telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya lanjutan berupa peningkatan infrastruktur jaringan, pemerataan akses internet hingga ke seluruh wilayah desa, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi literasi digital agar manfaat teknologi informasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga. |
| Kecepatan Internet | : | 50 Mbps, 10 Mbps |
| Akses Publik | : | Akses publik terhadap jaringan internet di Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, secara bertahap mulai berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konektivitas digital. Beberapa fasilitas umum seperti kantor desa, balai desa, serta lembaga pendidikan telah memiliki akses jaringan internet yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan dan kegiatan masyarakat. Kantor Desa Watesprojo telah memanfaatkan jaringan internet dalam mendukung pelayanan administrasi pemerintahan berbasis digital, seperti pengelolaan data kependudukan, surat-menyurat, serta pelaporan kegiatan desa. Selain itu, akses internet di balai desa juga digunakan dalam kegiatan musyawarah, pelatihan, serta kegiatan masyarakat lainnya yang membutuhkan dukungan teknologi informasi. Di sektor pendidikan, sekolah-sekolah di wilayah desa juga telah memanfaatkan internet sebagai sarana pembelajaran, baik untuk mengakses materi pendidikan maupun menunjang kegiatan belajar mengajar berbasis digital. Hal ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat desa. Namun demikian, akses internet publik yang dapat digunakan secara bebas oleh masyarakat umum masih tergolong terbatas. Ketersediaan fasilitas Wi-Fi publik yang gratis atau terjangkau masih belum merata, sehingga sebagian masyarakat masih bergantung pada akses internet pribadi melalui paket data seluler. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Untuk itu, diperlukan pengembangan akses internet publik yang lebih luas dan merata, seperti penyediaan Wi-Fi gratis di titik-titik strategis (balai desa, pos ronda, taman desa, dan fasilitas umum lainnya), guna mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan literasi digital, serta memperluas akses informasi bagi seluruh warga Desa Watesprojo. |
| Regulasi Penetapan Kampung Adat | : | |
| Dokumen Regulasi Penetapan Kampung Adat | : | - |
| Status Desa | : | Bukan Adat |
| Lembaga Adat | : | |
| Struktur Adat | : | - |
| Wilayah Adat | : | |
| Peraturan Adat | : |

