Desa Watesprojo

Kemlagi - Mojokerto

|

Berita & Artikel

Tingkatkan Perekonomian Desa Melalui Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

01

Jan
1970

Dibuka
9 Kali

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) terus mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baik klaster ketahanan pangan maupun padat karya melalui program Bantuan Pemerintah (Banper). KKP mendorong upaya pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan dalam negeri dalam rangka ketahanan pangan, salah satunya melalui program pengembangan budidaya lele sistem bioflok di berbagai daerah di Indonesia.

Budidaya lele dengan sistem bioflok adalah sebuah sistem pemeliharaan ikan lele dengan metode menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengolah limbah di media pemeliharan budidaya lele itu sendiri serta dapat membantu proses pencernaan sehingga metabolisme ikan lele dapat berjalan secara optimal.

Untuk menumbuhkan mikroorganisme tersebut dapat dipacu dengan mengkultur bakteri non patogen atau probiotik, serta menggunakan aerator dalam kolam untuk menyuplai oksigen sekaligus sebagai pengaduk air di dalam kolam.

Keunggulan dari budidaya lele sistem bioflok, dagingnya yang enak, selain itu budidayanya tidak memerlukan lahan yang luas, tahan penyakit dan cepat besar, dan yang paling penting menguntungkan. Disamping itu juga komoditas lele menjadi salah satu komoditas utama perikanan Indonesia untuk program ketahanan pangan, Ikan lele hasil budidaya sistem bioflok juga lebih bersih dan higienis, sehingga kesan komoditas tersebut jorok dapat hilang dari benak masyarakat

Di tahun 2023 ini KKP terus memberikan bantuan Ketahanan Pangan Kepada Kota/Kabupaten Di wilayah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya yaitu Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Desa Kumitir mendapatkan bantuan ketahanan pangan melalui budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok. Sekitar Bulan Agustus Kemarin , Pembangunan tempat budidaya mulai diproses dengan memakai tanah TKD Desa. Pada bulan September, benih-benih ikan lele sudah siap untuk dibudidayakan dalam kolam yang sudah jadi.

Pada bulan November tepatnya pada tanggal 7 November 2023. KKP meninjau lokasi budidaya ikan lele yang bertempat di Tanah TKD Desa Kumitir. Perwakilan dari KKP ditemani dengan pengurus kelompok dan sekretaris Desa Kumitir meninjau lokasi budidaya tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kegiatan peninjauan kemarin Perwakilan KKP mengatakan “Peningkatan produksi perikanan menjadi sangat penting, selain berperan untuk ketahanan pangan, ikan juga yang dapat berperan untuk mengatasi masalah stunting, kerdil, akibat kekurangan gizi.” Dan mengingatkan perihal hal-hal yang terjadi selama budidaya ikan lele.

 

Kirim Komentar

Nama
No. Hp
E-mail
Isi Komentar
CAPTCHA Image

Arsip Berita & Artikel

Agenda

Ups...!

Untuk sementara data bagian ini belum tersedia, mohon maaf atas ketidaknyamannya

Komentar

Media Sosial Desa

Media Sosial
Desa Watesprojo Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

Profil Desa

Jenis Tanah : Sawah
Topografi : Dataran Rendah
Sumber Daya Alam : Air
Flora Fauna : Bambu, Pisang, Padi
Rawan Bencana : Banjir Kiriman
Kearifan Lokal : Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, memiliki beragam kearifan lokal yang masih terjaga dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai budaya tersebut tercermin dalam tradisi, kebiasaan, serta pola interaksi sosial yang mengedepankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih kuat adalah budaya gotong royong, yang rutin dilaksanakan dalam berbagai kegiatan seperti kerja bakti lingkungan, pembangunan fasilitas umum, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Tradisi ini mencerminkan tingginya rasa solidaritas dan kepedulian antarwarga. Selain itu, masyarakat Desa Watesprojo juga masih melestarikan berbagai tradisi adat dan kegiatan keagamaan, seperti selametan, tahlilan, serta peringatan hari-hari besar keagamaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Dalam bidang pertanian, kearifan lokal tercermin dalam pola tanam, pengelolaan lahan, serta penggunaan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini terlihat dari cara petani menjaga keseimbangan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Kearifan lokal juga tampak dalam sistem musyawarah desa, di mana setiap pengambilan keputusan penting dilakukan melalui forum bersama yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga. Hal ini mencerminkan nilai demokrasi lokal yang menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan kebersamaan. Secara umum, kearifan lokal di Desa Watesprojo merupakan aset sosial dan budaya yang sangat berharga. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pelestarian dan penguatan nilai-nilai tersebut, agar tetap relevan dan dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital dan modernisasi.
Jenis Jaringan : Fiber Optik, 4G, 5G
Provider Internet : Indibiizz, Indihome, Simpati, Indosat, XL
Cakupan Wilayah : Cakupan akses internet di Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan perkembangan yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar warga telah memiliki akses terhadap jaringan internet, terutama melalui perangkat telepon genggam dengan memanfaatkan layanan data dari berbagai operator seluler. Wilayah Desa Watesprojo pada umumnya telah terjangkau jaringan 4G, khususnya di area permukiman utama dan pusat kegiatan masyarakat. Kualitas sinyal di wilayah tersebut relatif stabil dan mendukung berbagai aktivitas digital seperti komunikasi melalui media sosial, pembelajaran daring, serta akses layanan pemerintahan berbasis online. Selain itu, beberapa rumah tangga dan fasilitas umum juga telah memanfaatkan jaringan Wi-Fi untuk menunjang kebutuhan internet sehari-hari. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh warga, terutama di wilayah yang lebih pinggir atau dengan kondisi geografis tertentu, di mana kualitas sinyal cenderung tidak stabil dan kecepatan internet masih terbatas. Hal ini berdampak pada belum meratanya pemanfaatan internet di seluruh lapisan masyarakat. Dari sisi pemanfaatan, internet telah digunakan oleh warga untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai sarana pendidikan bagi pelajar, media pemasaran produk UMKM dan hasil pertanian, komunikasi, serta akses informasi dan layanan publik. Meski demikian, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memanfaatkan internet secara optimal, baik karena keterbatasan perangkat, faktor ekonomi, maupun rendahnya tingkat literasi digital. Secara umum, cakupan internet di Desa Watesprojo telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya lanjutan berupa peningkatan infrastruktur jaringan, pemerataan akses internet hingga ke seluruh wilayah desa, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi literasi digital agar manfaat teknologi informasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.
Kecepatan Internet : 50 Mbps, 10 Mbps
Akses Publik : Akses publik terhadap jaringan internet di Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, secara bertahap mulai berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konektivitas digital. Beberapa fasilitas umum seperti kantor desa, balai desa, serta lembaga pendidikan telah memiliki akses jaringan internet yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan dan kegiatan masyarakat. Kantor Desa Watesprojo telah memanfaatkan jaringan internet dalam mendukung pelayanan administrasi pemerintahan berbasis digital, seperti pengelolaan data kependudukan, surat-menyurat, serta pelaporan kegiatan desa. Selain itu, akses internet di balai desa juga digunakan dalam kegiatan musyawarah, pelatihan, serta kegiatan masyarakat lainnya yang membutuhkan dukungan teknologi informasi. Di sektor pendidikan, sekolah-sekolah di wilayah desa juga telah memanfaatkan internet sebagai sarana pembelajaran, baik untuk mengakses materi pendidikan maupun menunjang kegiatan belajar mengajar berbasis digital. Hal ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat desa. Namun demikian, akses internet publik yang dapat digunakan secara bebas oleh masyarakat umum masih tergolong terbatas. Ketersediaan fasilitas Wi-Fi publik yang gratis atau terjangkau masih belum merata, sehingga sebagian masyarakat masih bergantung pada akses internet pribadi melalui paket data seluler. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Untuk itu, diperlukan pengembangan akses internet publik yang lebih luas dan merata, seperti penyediaan Wi-Fi gratis di titik-titik strategis (balai desa, pos ronda, taman desa, dan fasilitas umum lainnya), guna mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan literasi digital, serta memperluas akses informasi bagi seluruh warga Desa Watesprojo.
Regulasi Penetapan Kampung Adat :
Dokumen Regulasi Penetapan Kampung Adat : -
Status Desa : Bukan Adat
Lembaga Adat :
Struktur Adat : -
Wilayah Adat :
Peraturan Adat :

Desa Watesprojo

Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto Provinsi Provinsi Jawa Timur

Kode Desa : 3516152001

Domain : watesprojo-mjkkab.desa.id

Untuk Aktivasi Tema Marawa
Silahkan Hubungi Pengembang